Zona Motor ID, Dalam tahun 2017 ini Suzuki kembali gencar merangkul dan mensupport kegiatan komunitas bikers yang memakai motor Suzuki. Mulai dari event Suzuki Bike Meet sampai acara - acara mandiri yang diadakan oleh club atau komunitas motor Suzuki. Meskipun support dari pihak pabrikan tidak besar, tetapi menurut zator sudah lebih dari cukup jika melihat kondisi pabrikan Suzuki yang masih terseok-seok untuk bangkit dalam penjualan motor di Indonesia.
Lalu apa yang bisa teman - teman club atau komunitas berikan untuk membantu penjualan motor Suzuki di Indonesia yang sedang lesu. Perlu diingat bahwa eksistensi club atau komunitas juga dipengaruhi oleh penjualan motor Suzuki. Jika penjualan motor Suzuki menurun pada salah satu tipe tertentu, ini bisa dijadikan indikator club atau komunitasnya akan menurun populasinya.
Contoh real saja, bagi yang telah lebih 10 tahun ikut club motor atau komunitas Suzuki pasti akan ingat bagaimana Suzuki membuat acara spektakuler Jambore Nasional Thunder 2008 yang super megah diarea candi prambanan Jawa tengah. Acara Jambore Nasional Thunder 2008 dihelat untuk meraih rekor MURI sebagai berkumpulnya bikers 1 tipe motor dalam 1 area. Dan acara itu sukses besar karena dihadiri club Thunder hampir dari setiap kota di seluruh Indonesia. Tetapi seiring berjalannya waktu, penjualan motor Suzuki Thunder 125 semakin menurun, bahkan new Thunder yang dilaunching Suzuki pada tahun 2011 tidak menolong penjualan Suzuki Thunder, dan akhirnya pihak Suzuki Motor Indonesia resmi mendiscontinue Suzuki Thunder 125.
Efek yang paling terasa dari disuntik matinya Suzuki Thunder adalah menurunnya club atau komunitas Suzuki Thunder secara drastis di berbagai kota di Indonesia. Komunitas atau club Suzuki Thunder 125 seperti hidup enggan, mati pun tak mau, bahkan club Suzuki Thunder di kota Zator tinggal sudah tidak pernah kelihatan kopdar lagi dalam 2 tahun belakangan ini. Saat ini club Suzuki Thunder yang tertinggal hanya orang - orang yang loyal dan militan terhadap club Thunder-nya.
Nah, untuk para bikers Suzuki yang tergabung dalam komunitas atau club Suzuki yang sangat mencintai komunitas atau clubnya, zator ajak untuk membantu Suzuki dalam penjualan. Setidaknya jika tidak bisa bantu dalam penjualan, kita bisa bantu sebar brosur Suzuki atau mensupport acara dealer Suzuki seperti Grebek pasar, Tenda Suzuki Mangkal dan lain sebagainya. Hal ini bertujuan untuk mempertahankan komunitas atau club Suzuki agar bisa tetap eksis seperti club yang zator ikuti saat ini yang telah berumur 15 tahun.
Dan pada saat awal tahun 2017 kemarin, saat zator bertemu dengan Mr. Itayama. Zator mengusulkan untuk dikembalikannya nama - nama motor legendaris Suzuki seperti Smash, Shogun, Thunder, dan lain sebagainya agar club atau komunitas Suzuki yang memakai nama - nama legendaris tersebut bisa tetap eksis dan dapat motor generasi terbaru dari Suzuki meskipun memakai nama lama. Contohnya Suzuki Smash sudah terealisasi muncul kembali dan diperdagangkan oleh Suzuki secara umum (bukan instansi).
Tetapi yang patut disayangkan adalah meskipun Suzuki Smash telah diproduksi kembali, penjualannya tidak terlalu baik. Begitu juga penjualan Suzuki All New Satria F150 FI yang tidak kunjung membaik, sampai - sampai saat ini jumlah penjualannya telah dilewati oleh Honda Sonic 150 R. Padahal club dan komunitas Suzuki Satria sampai saat ini terbesar diantara club atau komunitas motor Suzuki lainnya. Jika ini dibiarkan terus menerus, bukan tidak mungkin akan bernasib sama dengan komunitas atau club Suzuki Thunder yang hanya tertinggal orang - orang yang loyal saja, selebihnya selingkuh dengan club atau motor tipe lainnya.
Kesimpulannya adalah, jika kita sayang dan cinta pada club motor kita. Kita wajib membantu Suzuki dalam penjualan motornya. Club atau komunitas Satria, ayo kita bantu Suzuki dalam memasarkan Suzuki All New Satria F150 FI. Club atau komunitas motor Smash, ayo kita bantu Suzuki untuk memasarkan Suzuki Smash FI. Komunitas motor Suzuki Matic, ayo kita bantu Suzuki dalam penjualan Suzuki Address dan Suzuki Nex FI. Mari kita saling bahu membahu untuk mengembalikan kejayaan Suzuki kembali.
Bravo, Club Suzuki Indonesia